Rakyat.win ~ Jakarta - Calon Gubernur DKI petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) enggan menggunakan media spanduk dan poster saat kampanye Pilkada DKI 2017 nanti. Jika ditemukan, dia akan mencopot poster ataupun spanduk tersebut.
Ahok mengatakan di Pilgub DKI biaya yang perlu dipikirkan yakni untuk membayar saksi saat penghitungan suara. Perkiraannya, dana yang dibutuhkan sekitar Rp 5-10 miliar.
"Kalau kita enggak ada kampanye macam-macam, hanya bayar saksi gitu ya, saya kira paling Rp 5-10 M cukup kali ya. Kan sebagian saksi enggak mau dibayar," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2016).
Sementara itu, untuk biaya pelatihan saksi, Ahok menyerahkan kepada partai pendukungnya. "Untuk pelatihan kan juga kita minta partai yang keluar uang. Nah, ini kan mereka juga harus daftar mereka semua ke partai, dan itu semua biayanya. Yang pasti saya enggak ada biaya untuk dikeluarin, karena saya kerja kan," katanya.
Perkiraan biaya sebesar Rp 5-10 miliar itu, di luar dari biaya promosi via poster dan spanduk. Ahok menegaskan, dirinya tak mau ada pemasangan poster dan spanduk sepanjang kampanye nanti.
"Kita enggak mau tempel spanduk, itu enggak ada. Spanduk enggak mau tempel. Enggak ada kita tempel-tempel spanduk atau apa, enggak mau kita," kata Ahok.
Terkait adanya relawan yang berinisiatif membuat spanduk hingga stiker, Ahok pun memulangkan kembali sepenuhnya kepada relawan. Namun dia menegaskan, tak mau dibikinkan hal semacam itu.
"Itu urusan dia. Tapi kita enggak mau tempel. Kamu tempel pasti saya sobek. Kamu tempel sembarangan di pohon dan lain-lain, pasti saya sobek," tegas Ahok.
"Iya. Ngapain ngotorin Jakarta!" tambahnya.
Lalu, bagaimana jika poster dan spanduk yang sediakan KPU?
"Kalau disediakan KPU kan ada titiknya. Kalau disediakan KPU kan kita enggak perlu keluar duit dong," jawab Ahok.
(rjo/tor)
0 Response to "Sedikit Sekali..! Ini Perkiraan Biaya Kampanye Ahok, Tak Butuh Spanduk Dan Poster"
Posting Komentar