Rakyat.win ~ Fadli Zon menggelar lomba dengan hadiah Rp 10 juta, namun anehnya banyak netizen yang menyarankan untuk tidak ikuti lomba tersebut. Loh kenapa ya?
Wakil Ketua DPR RI 'punya gawe' ia menyelenggarakan lomba baca puisi, Selasa (25/10/2016).
Syaratnya mudah hanya membacakan puisi karyanya yang berjudul 'Tukang Gusur' lalu mengunggahnya di kanal YouTube masing-masing peserta lomba.
Dan menyebarkannya di media sosial dengan memberikan hashtag #tukanggusur.
Pemenang lomba ditentukan berdasarkan perolehan poin tertinggi yang didapat dari jumlah penonton dan komentar.
Anehnya banyak komentar netizen yang masuk justru saling mengajak agar tak ikuti lomba tersebut.
Melalui kolom komentar pada berita berjudul: Siapa Mau Ikut Lomba Baca Puisi Ciptaan Fadli Zon ''Sajak Tukang Gusur'' Hadiah Rp 10 Juta, hingga berita ini diunggah sudah belasan komentar masuk.
Rata-rata ajakan agar tak mengikuti lomba tersebut lantaran puisi yang dibacakan dinilai menebarkan kebencian.
"Jangan pada ikut menebar kebencian..kena pasal pidana UU ITE," tulis akun Facebook dengan nama Sam Haryono.
Akun lainnya, Ahmad Ar menulis hal senada, "Jangan ada yg ikut...tujuannya bukan mencari juara tp hanya menyebar kebencian..."
"Bener tuh."
"Muaakk liat muka si zon ! " Tambah Dhani.
"Yang ikutan bego," imbuh akun Andre Fernandez.
"Tukang nyinyir tukang nyinyir, siapa tuh...?" Tulis Arjuna Wiwaha.
Puisi Tukang Gusur
Seperti apa puisi karya Fadli Zon yang sempat dibacakan saat deklarasi pasangan Anies Baswedan dengan Sandiaga Uno.
Ini puisi berjudul Tukang Gusur karya Fadli Zon
Sajak Tukang Gusur
Tukang gusur-tukang gusur.
Menggusur orang-orang miskin.
Di kampung-kampung hunian puluhan tahun.
Di pinggir bantaran kali Ciliwung.
Di rumah-rumah nelayan Jakarta.
Di dekat apartemen mewah, mal yang gagah.
Semua digusur, sampai hancur.
Tukang gusur, tukang gusur.
Melebur orang-orang miskin.
Melumat mimpi-mimpi masa depan.
Membunuh cita-cita dan harapan.
Anak-anak kehilangan sekolah, bapak-bapaknya dipaksa menganggur.
Ibu-ibu kehabisan air mata.
Tukang gusur, menebar ketakutan di Ibu Kota.
Gayanya pongah bagai penjajah.
Caci maki kanan kiri.
Mulutnya serigala penguasa.
Segala kotoran muntah.
Kawan-kawannya konglomerat.
Centengnya oknum aparat.
Menteror kehidupan rakyat.
Ibu Kota katanya semakin indah.
Orang-orang miskin digusur pindah.
Gedung-gedung semakin cantik menjulang.
Orang miskin digusur hilang.
Tukang gusur tukang gusur.
Sampai kapan kau duduk di sana.
Menindas kaum dhuafa.
Tukang gusur, tukang gusur.
Suatu masa kau menerima karma.
Pasti digusur oleh rakyat Jakarta. (*)
0 Response to "Meski Berhadiah Besar, Netter Sarankan Jangan Ikut Lomba Puisi Fadli Zon Inilah Alasannya"
Posting Komentar